Rencana pemerintah untuk jalankan program penyederhanaan nilai mata
uang (redenominasi) rupiah diperlukan sosialisasi yang benar-benar
matang.
Pasalnya, di banyak negara yang menerapkan redenominasi,
tidak semuanya berhasil. Justru di beberapa negara penerapan
redenominasi yang tidak tepat menyebabkan inflasi.
“Ada
negara-negara yang sangat sukses dalam penerapannya. Tapi ada juga
negara yang gagal, malah menimbulkan inflasi,” ungkap Menko
Perekonomian, Hatta Rajasa, saat ditemui LICOM, Minggu (27/1) saat Rakor
PAN di Hotel Utami-Sidoarjo.
Hatta minta, penerapan redenominasi
rupiah harus hati-hati dan sosialisasinya harus matang. Menurutnya,
redenominasi itu bagus. Karena bisa menghemat dan menyederhanakan nilai
mata uang rupiah.
Seperti diketahui, dari proses redenominasi,
maka akan ada pengurangan tiga angka nol, misalnya Rp 1.000 menjadi Rp
1, namun nilai mata uangnya tetap sama. Tahun ini, proses redenominasi
masih pada tahap pembahasan RUU dan persiapan infrastruktur.
Pada
2014 mendatang baru memasuki masa transisi dengan pencetakan dua mata
uang (mata uang lama dan baru (tiga nol dipangkas). Sambil proses
transisi berlangsung, mata uang lama secara bertahap akan ditarik,
hingga pada 2019 mendatang uang baru beredar penuh.
No comments:
Post a Comment