Bahasa Gaullmu

Wednesday, May 1, 2013

Redominasi rupiah

     Rencana pemerintah untuk jalankan program penyederhanaan nilai mata uang (redenominasi) rupiah diperlukan sosialisasi yang benar-benar matang.
Pasalnya, di banyak negara yang menerapkan redenominasi, tidak semuanya berhasil. Justru di beberapa negara penerapan redenominasi yang tidak tepat menyebabkan inflasi.
“Ada negara-negara yang sangat sukses dalam penerapannya. Tapi ada juga negara yang gagal, malah menimbulkan inflasi,” ungkap Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, saat ditemui LICOM, Minggu (27/1) saat Rakor PAN di Hotel Utami-Sidoarjo.
Hatta minta, penerapan redenominasi rupiah harus hati-hati dan sosialisasinya harus matang. Menurutnya, redenominasi itu bagus. Karena bisa menghemat dan menyederhanakan nilai mata uang rupiah.
Seperti diketahui, dari proses redenominasi, maka akan ada pengurangan tiga angka nol, misalnya Rp 1.000 menjadi Rp 1, namun nilai mata uangnya tetap sama. Tahun ini, proses redenominasi masih pada tahap pembahasan RUU dan persiapan infrastruktur.
Pada 2014 mendatang baru memasuki masa transisi dengan pencetakan dua mata uang (mata uang lama dan baru (tiga nol dipangkas). Sambil proses transisi berlangsung, mata uang lama secara bertahap akan ditarik, hingga pada 2019 mendatang uang baru beredar penuh.

No comments:

Post a Comment