Analisis Masalah Pasar Tradisional Vs Pasar Modern
Dewasa ini, keberadaan pasar tradisional
mulai terusik bahkan terancam oleh keberadaan perkembangan pasar modern
yang semakin menjamur jaringannya. Kondisi ini tentunya menjadi
fenomena yang cukup mengherankan mengingat pada substansinya posisi
pasar modern dan pasar tradisional tidak seharusnya dipersaingkan.
Karena bagaimanapun juga secara pelayanan maupun pemasaran pasar modern
cukup menjanjikan bagi konsumennya. Hal ini diperparah dengan keberadaan
pasar modern yang menjamur tanpa ada konsep penataan dan pengelolaan
dengan tepat dan sehat. Keberadaan pasar modern tentu mematikan
kehidupan pasar tradisional yang telah lama keberadaannya. iklim yang
tercipta diantara pasar tradisional dengan toko modern tidak dapat
disebut sebagai persaingan, karena kedua pasar tersebut memiliki konsep
dan pangsa pasar yang berbeda. Pasar tradisional lebih bersifat
pelayanan kepada masyarakat yang dikelola oleh pemerintah daerah
setempat sedangkan toko modern lebih bersifat komersil dan dikelola oleh
para pengusaha yang mempunyai modal. Awal keberadaannya, toko modern
sebenarnya diperuntukkan untuk orang-orang yang memiliki kelas ekonomi
menengah ke atas sehingga keberadaannya tidak menjadi persoalan bagi
pasar tradisional. Namun seiring berkembangnya zaman dan petumbuhan
penduduk, saat ini sangat banyak didirikan pasar-pasar modern yang mulai
mengambil pangsa dan segmen pasar tradisional. Hal inilah yang
menimbulkan banyak permasalahan.
Dengan mewabahnya toko modern berdampak pada melemahnya geliat pasar tradisional. Implikasi tersebut menunjukkan bahwa dengan semakin berkembangnya pasar modern, maka terjadi penurunan kapasitas pasar tradisional, Seperti yang tergambar di Kabupaten Jember. Pasar tradisional sebagai basis ekonomi rakyat menjadi kewajiban pemerintah untuk melindungi dan mempertahankan eksistensinya.
TAHAP-TAHAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Tahap-tahap proses pengambilan keputusan
merupakan rangkaian proses pemecahan masalah yang didalamnya memiliki
serangkaian tahapan-tahapan mulai dari identifikasi masalah sampai pada
evaluasi hasil. Tahapan-tahapan proses pengambilan keputusan terdiri
dari identifikasi masalah dan diagnosa masalah, pengumpulan dan analisa
data, pengembangan alternatif, evaluasi alternatif, pemilihan alternatif
terbaik, implementasi alternatif terbaik, implementasi keputusan,
evaluasi hasil serta berakhir untuk menghasilkan umpan balik yang
nantinya kembali pada tahap-tahap yang dievaluasi. Dalam memecahkan
permasalahan pasar tradisional dan pasar modern, diperlukan analisis
permasalahan dengan menggunakan tahap-tahap pengambilan keputusan.
Berikut analisisnya:
1. Identifikasi dan Diagnosa Masalah
Berdasarkan yang telah dijelaskan pada
gambaran permasalahan, maka dapat diidentifikasi dan didiagnosis rumusan
permasalahan sebagai berikut:
- Menjamurnya keberadaan jaringan pasar modern yang mematikan eksistensi pasar tradisional
- Kurang adanya penataan dan pengelolaan tata ruang pasar modern
- Simpang siur kebijakan pemerintah yang tidak sesuai secara normatif bertolak belakang pada konteks penerapan kebijakan pemerintah dan prosedur yang telah ditetapkan
- Lemahnya pemberdayaan serta respon pemerintah terhadap persaingan antara pasar modern dan pasar tradisional yang tidak seharusnya dipersaingkan
- Menyusutnya eksistensi pasar tradisional yang tidak memihak mampu bersaing dengan pasar modern
2. Pengumpulan dan Analisa Data
Beberapa data yang menunjukkan bagaimana eksistensi pasar modern dan pasar tradisional:
- Data Pertumbuhan supermarket dilihat dari pangsa pasar cukup mengejutkan. WorldBank (2007) menunjukkan bahwa pada 1999 pasar modern hanya meliputi 11% daritotal pangsa pasar bahan pangan. Menjelang 2004, jumlah tersebut meningkat tiga kalilipat menjadi 30%. Terkait dengan tingkat penjualan, studi tersebut menemukanbahwa jumlah penjualan di supermarket bertumbuh rata-rata 15%, sementarapenjualan di ritel tradisional menurun 2% per tahun.Dari data tersebut menunjukkan bahwa perkembangan pasaar modern dari beberapa tahun mengalami peningkatan dan perkembangan yang sangat signifikan.
- Perkembangan Frekuensi Pasar Modern dan Pasar Tradisional (AC Nielsen, 2006)
Berdasarkan hasil studi A.C. Nielsen,
jumlah pasar tradisional memang jauh lebih banyak jika dibandingkan
dengan toko modern. Namun, apabila melihat dari prosentase
perkembangannya, pasar modern di Indonesia tumbuh 31,4% per tahun,
sedangkan pasar tradisional menyusut 8% per tahun ( AC Nielsen, 2006).
Sehingga dapat diasumsikan bahwa pertumbuhan toko modern, dibarengi
dengan merosotnya keberadaan pasar tradisional. Gerakan massif dari toko
modern dengan berbagai penawaran dan tampilan yang menarik, semakin
melemahkan daya tarik dari pasar tradisional, karena preferensi
masyarakat cenderung beralih pada toko modern.
- media yang menyebutkan bahwa dari total 31 pasar tradisional yang ada di kota tembakau ini, 7 diantaranya masih ramai dikunjungi masyarakat, selebihnya kian hari kian surut (detiksurabaya, 3 September 2011). Data diperkuat oleh pernyataan Dinas Pasar bahwa pasar modern di Jember tumbuh 31 % per tahun, sedangkan pasar tradisional berkurang 8 %.Sehingga dapat disimpulkan bahwa fenomena bergesernya eksistensi pasar tradisional yang terjadi di tingkat nasional ternyata terjadi pula pada tingkat lokal, yaitu Kabupaten.
Pengembangan Alternatif
Dari hasil identifikasi masalah serta
pengumpulan data, maka dapat diperoleh beberapa alternatif pemecahan
masalah, sebagai berikut:
- Mempertegas penerapan kebijakan yang telah ditetapkan mengenai pengelolaan, panataan, dan pemberdayaan pasar tradisional dan pasar modern
- Membentuk badan pengawas khusus yang mengawasi penerapan kebijakan menangani pengelolaan, panataan, dan pemberdayaan pasar tradisional dan pasar modern
- Perlu adanya pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap
keberlangsungan eksistensi pasar tradisional seperti perbaikan kualitas
pelayanan, peningkatan SDM, dan lain-lain.
Evaluasi Alternatif
Berdasarkan beberapa pengambangan alternative, diperlukan adanya evaluasi masing-masing alternatif sebagai berikut:
- Mempertegas penerapan kebijakan yang telah ditetapkan mengenai pengelolaan, panataan, dan pemberdayaan pasar tradisional dan pasar modern. Dalam alternatif tersebut memang perlu diterapkan jika mengingat bagaimana selama ini, peraturan daerah yang selama ini menjadi kebijakan resmi tidak dapat terealisasi dengan tepat sasaran. Hal ini juga menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam menjamin kesejahteraan rakyat melalui kebijakan yang tepat dan diimbangi dengan implementasi yang tepat sasaran pula.
- Membentuk badan pengawas khusus yang mengawasi penerapan kebijakan menangani pengelolaan, panataan, dan pemberdayaan pasar tradisional dan pasar modern. Pengawasan terhadap penerapan kebijakan perlu dibentuk demi mewujudkan alur jalannya kebijakan, namun pembentukan badan pengawas ditakutkan akan berdampak pada simpang siur atau tumpang tindih antar badan pengawas dengan salah satu agenda kebijakan yaitu monitoring dan evaluasi. Ditakutkan ketika terjadi mis komunikasi akan menimbulkan konflik antar aparatur pemerintah daerah
- Perlu adanya pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap keberlangsungan eksistensi pasar tradisional seperti perbaikan kualitas pelayanan, peningkatan SDM, dan lain-lain. Pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah dirasa perlu jika mengingat bagaimana persaingan yang kurang sehat, contohnya perlu dibentuk badan khusus pemberdayaan masyarakat pasar tradisional yang visi misinya bagaimana mengembangkan kualitas pelayanan, barang, produktivitas pasar tradisioanl sendiri sehingga mampu bersaing dengan pasar modern.
Pemilihan Alternatif Terbaik
Dari sekian pilihan alternatif yang
dikembangkan, maka alternatif yang tepat adalah “Mempertegas penerapan
kebijakan yang telah ditetapkan mengenai pengelolaan, panataan, dan
pemberdayaan pasar tradisional dan pasar modern dan adanya pemberdayaan
yang dilakukan oleh pemerintah terhadap keberlangsungan eksistensi pasar
tradisional seperti perbaikan kualitas pelayanan, peningkatan SDM, dan
lain-lain.”
Implementasi Alternatif Terbaik
Dalam proses penerapan atau implementasi
dari alternatif terbaik yang telah terpilih untuk memecahkan
permasalahan antara pasar tradisional dan pasar modern adalah sebagai
berikut:
- Pemerintah daerah( aparatur daerah) perlu membuat rumusan mekanisme atau prosedur yang tepat, efisien, akuntabel baik dalam implementasi kebijakan maupun pemberdayaan masyarakat pasar tradisonal
- Pembentukan badan atau lembaga khusus yang mempunyai visi dan misi untuk bagaimana mengembangkan kualitas pelayanan, barang, produktivitas pasar tradisioanl sendiri sehingga mampu bersaing dengan pasar modern.
- Menjalin hubungan kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarkat(sulitnya masyarakat dalam menerima perubahan seringkali mempersulit program kerja yang sedang dikerjakan, oleh karena itu perlu adanya jalinan hubungan pada tokoh masyarakat sekitar yang memiliki pengaruh signifikan pada kondisi sosial masyarakat).
- Adanya manajemen yang kompeten dalam membangun dan menciptakan sosialisasi yang tepat pada masyarakat.
- Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi pada kebijakan pengelolaan, panataan, dan pemberdayaan pasar tradisional dan pasar modern minimal setiap satu bulan sekali oleh pemerintah daerah.
Evaluasi Hasil
Ketika penerapan alternatif telah
dilakukan, maka diperlukan adanya evaluasi atas seberapa tepat, efektif,
efisien sejauh mana keberhasilan dari alternative atau solusi yang
telah diberlakukan. Selain itu, diperlukan evalusi atau pemantauan
secara rutin oleh pemerintah Jember, minimal satu bulan sekali.
Dari apa yang telah diuraikan pada
tahap-tahap proses pengambilan keputusan, tahap akhir (evaluasi hasil)
menghasilkan suatu informasi sejauh mana solusi dari kebijakan telah
diterapkan, baik dari segi kekurangan-kekurangan maupun kendala-kendala
ketika proses kebijakan itu diterapkan. Hal tersebut akan menjadi umpan
balik pada tahap sebelumnya berupa informasi-informasi, data yang
nantinya menjadi point-point dalam upaya perbaikan setiap tahap dalam
pengambilan keputusan.
No comments:
Post a Comment